Pertanyaan Palestina dan Gerakan Islam

Azzam Tamimi

Pimpinan puncak Ikhwanul Muslimin Palestina (Ikhwan) di Jalur Gaza mengadakan pertemuan darurat pada malam hari Rabu 9 Desember 1987 untuk mempertimbangkan apa yang harus dilakukan sehari setelah pemberontakan Palestina (Intifadah) meletus. Letusan tersebut dipicu oleh pembunuhan berdarah dingin beberapa pekerja Palestina di tangan seorang sopir trailer tentara Israel.. Ini bahkan laki-laki, Syekh Ahmad Yassin, Dr. Abd Al-Aziz Al-Rantisi, Salah Shihadah, Abd Al-FattahDukhan, Muhammad Syamah, Ibrahim Al-Yazuri dan Isa Al-Nashar, mengambil keputusan bersejarah untuk mengubah organisasi Ikhwan di Palestina menjadi gerakan perlawanan yang disebut Harakatal-Muqawamah Al-Islamiyah (Gerakan Perlawanan Islam) dikenal sejak saat itu oleh kronim HAMAS. Meskipun keputusan itu dipicu oleh pemberontakan rakyat serentak yang tidak direncanakan, SheikhYassin dan rekan-rekannya telah mempersiapkan kemungkinan itu selama bertahun-tahun. Mereka selama ini telah terlepas dari sejarah gerakan sebelumnya ketika gerakan itu terkenal karena melakukan perlawanan yang paling kredibel terhadap Zionis yang mendirikan negara Yahudi di tanah yang diambil dari Palestina secara paksa pada tahun 1948. Dimaksudkan sebagai gerakan reformasi yang komprehensif, Ikhwan awalnya orang Mesir tetapi sejak awal berkembang menjadi jaringan global. Organisasi induk didirikan oleh Hassan Al-Banna (1906-1949) di kota Al-Ismailiyah di Mesir 1928 dimana dia mengajar di sekolah dasar tidak jauh dari markas garnisun pasukan pendudukan inggris. Menggabungkan unsur-unsur spiritualitas yang diperoleh dari hubungannya dengan tarekat Hasafiyah Sufi dengan ajaran tauhid Kristen yang dipelajari di dalam mazhab Salafi Muhammad Rasyid Ridha (1865-1935) - seorang murid dan rekan dekat Muhammad Abduh (1849-1905), Proyek Al-Banna memiliki daya tarik populer yang besar. Segera setelah kelahirannya, gerakan Ikhwan berkembang pesat di Mesir dan sekitarnya. Di dalam Mesir, itu memiliki empat cabang 1929, 15 di 1932, 300 oleh 1938 dan lebih dari itu 2000 di 1948. Oleh 1945, itu memiliki setengah juta anggota aktif di Mesir saja. Antara 1946 dan 1948, Cabang Ikhwan dibuka di Palestina, Sudan, Irak dan Suriah.

Filed Under: ArtikelMesirFeatureHamasIsuTimur TengahIkhwanul MusliminPalestina

Tag:

About the Author:

RSSKomentar (0)

Trackback URL

Tinggalkan Balasan